Assalamu alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah saya diberi kemudahan dalam mengisi Blog yang saya gunakan untuk kepentingan bersama ini. Terima Kasih kepada Bapak Ibu saya dan juga keluarga besar saya, Karena mereka telah membuat saya bernafas di era dunia informatika ini. Terima kasih juga kepada saudara/saudari yang tergabung dalam LESSWHUZ, yang telah memberi saya Semangat dan ide-ide baru untuk melangkah menghadapi dunia ini.. Khususnya kepada @dimasamid yang telah meminjamkan Router dan Komputernya sehingga saya bisa memposting tulisan ini. Untuk Kakak saya juga ada sedikit ucapan Thanx untuk dia, karena Laptopnya juga Blog ini bisa mendunia lewat layar monitor Anda. Untuk Pak Wahyu (Dosen saya), berkat Bapak, saya menjadi aktif kembali menggunakan Blog ini. Demikian Posting Thanx To saya kali ini. Untuk lainnya yang tak tertulis, Saya mohon maaf. Saya juga tidak akan melupakan efek dari jasa-jasa kalian...
Wassalamu Alaikum Wr.Wb.

Rabu, 08 Desember 2010

Belajar Dari Pemahaman Visual

Belajar Graphic Design tidak sama dengan belajar ilmu teknis seperti menggunakan program aplikasi komputer. Graphic Design adalah masalah rasa - cita rasa keindahan yang diwujudkan dalam bentuk visual. Jadi tidak dengan mudah kita dapat mengaku bisa Graphic Design kalau sudah menguasai aplikasi (alat) untuk mendesign seperti Photoshop - Freehand - PageMaker - CorelDRAW atau software-software lainnya.
Sebagai contoh sederhana; semua orang mungkin bisa mencoret-coret kanvas dengan cat minyak, tetapi tidak semua orang bisa menghasilkan karya seni yang bercita-rasa tinggi. Jadi kesimpulannya, Computer Graphic seperti Photoshop, Freehand, CorelDRAW dan sebagainya hanyalah cat dan kanvas yang dijadikan alat untuk menciptakan sebuah karya seni. Jadi sangatlah naif kalau kita mengklaim diri bisa Graphic Design karena bisa menggunakan aplikasi tersebut.

Bagaimana membuat karya design yang bagus?

Sebuah karya design dapat dikatakan bagus sebenarnya bisa sangat subyektif. Tetapi ada pedoman-pedoman relatif yang dapat dipegang untuk mengukurnya. Seperti halnya kita bisa menilai seseorang itu cantik atau jelek, ganteng atau buruk. Nilai dari cantik atau tidaknya bukan terletak dari adanya telinga atau tidak... sebab dengan mempunyai organ fisik yang sama belum tentu sesuatu dapat dinilai baik atau buruk.
Dari sinilah cita rasa design itu digali. Baik buruk (secara visual) maupun indah atau tidak indah... kita nilai secara visual, kemudian kita klaim bahwa itu buruk atau baik, seterusnya kita akan mencari tahu... apa yang menyebabkan hal itu indah dan apa yang menyebabkan hal itu buruk (pada tingkat ini Anda akan menjumpai titik tolak cita rasa design yang akan terus berkembang pada diri Anda).

Untuk mengembangkan cita rasa design dalam diri Anda, paling tidak Anda harus mempunyai 3 kemampuan visual:

1. Visual-Eyes (pandangan visual): Amati secara cermat hasil-hasil design cetak yang Anda temui, cari tahu perbedaannya dan ciri khasnya dan eksplorasi secara teliti apa yang menarik dari design tersebut.

2. Critic-Eyes (pandangan kritis): Pisahkan design yang bagus dengan yang jelek. Kritisi kualitasnya (Misalnya 'vocal point' apa yang menarik dari sebuah iklan, dan apa yang menarik perhatian Anda untuk melihat design publikasi tersebut dan kenapa?)

3. Analy-Eyes (pandangan analitis): Seleksi unsur-unsur yang mempengaruhi sebuah karya design yang bagus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar